Friday, November 30, 2012

BANTUAN SERAGAM UNTUK WAHANA PENDIDIKAN INSANI (WAHDINI)

| No comment

Pada hakikatnya manusia dilahirkan sama. Sama-sama memiliki potensi, ingin hidup layak, mendapatkan perlakuan yang sama, mendapatkan pendidikan yang layak dll. Namun kenyataannya tidak semua orang mendapat kesamaan-kesamaan tersebut. Misalnya orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik seperti tunanetra, cendrung kesamaan-kesamaan itu tercederai. Hal ini terbukti banyak orang-orang yang sempurna secara fisik atau tidak memberikan apresiasi yang baik terhadap mereka. Bahkan tidak jarang mereka yang normal memanfaatkannya dalam hal yang tidak mendidik atau negatif, misalnya seorang tunanetra yang disuruh mengemis. Bukankah itu ironis? 
Mereka yang sempurna fisiknya sebaiknya membimbing dan mengarahkan mereka yang memiliki kekurangan fisik, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Begitu juga dalam dunia pendidikan, tidak jarang sekolah-sekolah umum hanya lantaran siswa tersebut memiliki keterbatasan fisik pun ditolak. Tentunya hal ini cukup memperhatinkan kita bersama. Namun yang lebih memprihatinkan lagi ketika kita tidak bisa berbuat apa-apa dalam hal ini. Terlebih kita hanya bisa  menjadi pengamat dan penonton saja. Kini saatnya kita berbuat dan menyikapi masalah tersebut berdasarkan kemampuan dan proforsi kita.
Oleh karena itu melalui dasar pemikiran bersama maka didirikan suatu yayasan wahana pendidikan insani ( Wahdini) yang berguna untuk menampung anak-anak yang tidak dapat melihat (tunanetra) untuk dididik dan dibina  dan direhabilitasi  sehingga mereka memiliki kemampuan, keterampilan (skill) yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka masing-masing untuk bekal hidup mereka dimasa  yang akan datang. Dengan demikan mereka bisa eksis, diakui dan berkiprah dimasyarakat tempat tinggal mereka setelah menempuh pendidikan di yayasan Wahdini. Adapun pelajaran yang diberikan seperti biasa ada formal dan non formal. Seperti pelajaran disekolah semestinya sedangkan non formal akan diberikan bekal kemampuan ilmu agama, keterampilan dalam mengoperasikan komputer, musik dll.
Untuk tenaga pengajar akan di bimbing oleh 4 orang tenaga pengajar salah satunya adalah Bpk. Juju Sukandi, SPd seorang tunanetra tamatan perguruan tinggi di UPI Bandung. Pria kelahiran Muba, 13 Juni 1981 ini telah melakukan perjalanan yang panjang untuk menyelesaikan pendidikannya. Dia memberikan keyakinan kepada pihak sekolahnya SMA Pasundan Cimahi bahwa keterbatasan fisiknya tidak menghalangi prestasinya sejak di kelas 1 Dan 2 meraih peringkat tiga besar dan pada saat kelas 3 dia berhasil menyabet juara umum disekolahnya itu. Pak Juju akhirnya pulang kekampung halaman di sumatera untuk memberikan pelajaran kepada orang-orang yang memiliki keterbatasan seperti dia. Dengan ilmunya berharap dia mampu mewujudkan semua cita-cita anak yang keterbatasan fisik seperti dia. Huruf Braile yang iya kuasai sejak tahun 1999 akan ia ajarkan kepada mereka. Pak Juju juga mampu mengoperasikan komputer melalui software Jaws. Dengan bakatnya ini ia diberikan amanah dalam membuat situs daerah kelahirannya yaitu sungai lilin.
Bazma yang mendapatkan pengajuan proposal dari yayasan Wahdini pun tergerak untuk membantu kekurangan fasilitas pada sekolah ini. Dana sebesar Rp.7.400.000 pun diberikan Bazma yang dipergunakan untuk seragam anak-anak tunanetra dan juga  para guru. Saat ini anak yang terdaftar sudah mencapai 12 anak dan akan bertambah lagi. Wahana pendidikan Insani ini beralamat di Jl. Madang No. 8 Kel. Muntang Tapus  Kec. Prabumulih Barat.  Semoga bantuan ini mampu memberikan semangat kepada mereka bahwa  mereka yang fisiknya terbatas bisa menjawab semua keraguan yang ada pada dirinya dan juga dari pandangan orang normal.
  • Penulis : Ruri Zazili
  • Gambar : Angga Renaldy


Tags :

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar anda

BERITA TERBARU

Join Twitter

Like Facebook

Popular Posts

APP BAZMA FOR ANDROID