May 7, 2013

SUDAHKAH INTROPEKSI DIRI ? MUHASABAH UNTUK MASA DEPAN YANG KEKAL

Mari kita bersama mengenal istilah-istilah dibawah ini untuk kita renungkan, kita jalankan dan segera mengambil keputusan untuk merubah diri dan akhlak kita. Perlu ditegaskan kapan terakhir kita mengingat dosa, memikirkan berapa besar amal dan pahala kita dan seberapa banyak waktu yang telah kita habiskan.
    Bertanya pada diri sendiri kenapa aktifitas kita slalu disibukan dengan dunia. Tahukan apa yang kita kerjakan itu banyak manfaat atau mudharat. Ini yang mungkin kita anggap remeh, mari simak beberapa poin penting untuk intropeksi diri :
A. Muhasabah : Yaitu evaluasi diri dan meningkatkan kualitas diri dengan selalu mengambil hikmah dari setiap sesuatu yang terjadi dalam diri kita.
B. Mu’ahadah : Yaitu mengingat-ingat kembali janji yang pernah kita katakan. Setiap shalat kita seringkali bersumpah kepada Allah hanya kepada-Mu-lah kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Kemudian kita berjanji “Sesungguhnya solatku,ibadahku, hidup dan matiku semata-mata karena Allah Rabb semesta alam”. Dengan demikian, ada baiknya kita kembali mengingat-ingat janji dan sumpah kita. Semakin sering kita mengingat janji, insya Allah kita akan senantiasa menapaki kehidupan ini dengan nilai-nilai ketakwaan.
C. Mujahadah : Yaitu bersungguh-sungguh kepada Allah Swt. Allah menegaskan dalam firmannya : Orang-orang yang sungguh (mujahadah) dijalan Kami, Kami akan berikan hidayah kejalan kami. Terkadang kita ibadah tidak dilakukan dengan kesungguhan, hanya menggugurkan kewajiban saja, takut jatuh kedalam dosa dan menapaki kehidupan beragama asal-asalan. Padahal bagi seorang muslim yang ingin menjadi orang-orang yang bertakwa, maka mujahadah atau penuh kesungguhan adalah bagian tak terpisahkan dalam menggapai ketakwaan disamping muhasabah dan mu’ahadah.
D. Muraqabah : Yaitu senantiasa merasa diawasi oleh Allah Swt. Inilah diantara pilar ketakwaan yang harus dimiliki setiap kali kita mengawali hari-hari baru dan menutup hari-hari yang lalu. Perasaan selalu merasa diawasi oleh Allah dalam bahasa hadisnya adalah  Ihsan. Ihsan adalah engkau senantiasa beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, kalau pun engkau belum bisa melihat-Nya, ketahuilah sesungguhnya Allah melihat kepadamu”.
E. Mu’aqobah : Yaitu mencoba memberi sanksi kepada diri manakala diri melakukan sebuah kekhilafan, memberikan teguran dan sanksi kepada diri kalau diri melakukan kesalahan. Ini penting dilakukan agar kita senantiasa meningkatkan amal ibadah kita. Manakala kita terlewat shalat subuh berjamaah maka hukumlah diri dengan infak disiang hari, misalnya. Manakala diri terlewat membaca al-Qur’an ‘iqoblah diri dengan memberi bantuan kepada simiskin. Kalau diri melewatkan sebuah amal shaleh maka hukumlah diri kita sendiri dengan melakukan amal shaleh yang lain. Inilah yang disebut mu’aqabah. Jika sikap ini selalu kita budayakan, insya Allah kita akan selalu mampu meningkatkan kualitas ibadah dan diri kita.
Mari kita petik kajian-kajian penting dari 5 istilah atau jalan untuk menapak kehidupan yang baik. Intropeksi diri itu penting untuk memperbaiki akhlak kita untuk bekal dihari akhir nanti.
Sumber : www.pesantrenvirtual.com (Ustadz. Agus Handoko, S.Th.I) 
ditulis ulang : Ruri Zazili

Tags :

BERITA TERBARU

Join Twitter

Like Facebook

Popular Posts

APP BAZMA FOR ANDROID