May 1, 2018

SEMANGAT ANAK-ANAK PENGHAFAL AL-QUR'AN DARI RUMAH TAHFIDZ DARUSSALAM

| No comment
SEMANGAT ANAK-ANAK PENGHAFAL AL-QUR'AN DARI RUMAH TAHFIDZ DARUSSALAM
 Rumah Tahfidz Darussalam yang berdiri dibawah naungan Badan Dakwah Islam Pertamina EP Asset 2 sejak tahun 2010 telah banyak melahirkan para hafidz Qur'an. Rumah Tahfidz ini didirikan karena terinspirasi oleh Rumah Tahfidz miliknya Ustadz Yusuf Mansyur. Dan melalui Tabliq Akbar yang digelar oleh BDI Pertamina EP Asset 2 pada tanggal 21 Juli 2010 Rumah Tahfidz Darussalam ini dilaunching dan diresmikan saat itu oleh PJS GM PT Pertamina EP bapak H. Fachrizal dan Ketua Bazma Pusat Ustadz Amrull serta Ketua BDI bapak M. Nurandi.

Alhamdulillah hingga saat ini Rumah Tahfidz Darussalam terus berupaya mencetak generasi penghafal Qur'an. Tercatat  saat ini ada 10 santri yang tinggal di Rumah Tahfidz Darussalam di jalan Mangga yang lokasinya tidak jauh dari Masjid Darussalam Komperta Prabumulih.
Anak-anak ini  juga tetap bersekolah di SD 02 YPS Prabumulih dan untuk iuran SPP mereka tiap bulan didapat dari Bazma Asset 2. Saat ini Ustadz Muhammad Nur Hafidz beserta istrinya diamanahkan untuk mendidik anak-anak agar dapat menghafal Al Qur'an yang targetnya hingga mereka tamat sekolah dasar. Pelaksana harian Bazma Asset 2 yang berkunjung ke  Rumah Tahfidz sore itu banyak berbincang-bincang dengan anak-anak dan juga Ustadz Hafidz. Ustadz Hafidz sendiri menjelaskan bahwa ada tantangan tersendiri dalam mendampingin anak-anak ini untuk menghafal Al Qur'an.
SEMANGAT ANAK-ANAK PENGHAFAL AL-QUR'AN DARI RUMAH TAHFIDZ DARUSSALAM

"Tidak dapat dipungkiri namanya anak-anak ada kalahnya mereka malas untuk menghafal, ya mungkin karena mereka lelah setelah pulang sekolah dan terkadang naluri anak-anak untuk bermain tak bisa mereka bendung". kata Ustadz Hafidz.

Untuk mengatasinya Ustadz Hafidz memiliki cara sendiri, misalnya memberi waktu istirahat terlebih dahulu untuk mereka. Selain itu mereka juga diizinkan untuk bermain dengan syarat harus menyetor terlebih dahulu hafalannya. Terkadang Ustadz Hafidz juga memberikan hukuman untuk anak-anak yang malas dan hafalannya kurang maksimal sehingga mereka tidak malas lagi.

Saat malam hari mereka tidak dituntut untuk menghafal karena mereka juga harus tetap fokus belajar untuk pendidikannya. Rumah Tahfidz sendiri membuat program hafalan sesudah sholat Ashar dan jika mereka sudah ada yang hafal langsung disetor. Untuk banyaknya hafalan yang harus disetor setiap hari adalah paling sedikit setengah halaman dan paling banyak 2 halaman.

Tidak disitu saja, untuk menguatkan ingatan mereka terhadap hafalannya yang sudah disetor, biasanya setelah sholat Zuhur Ustadz Hafidz kembali menguji hafalan tersebut agar mereka tetap mempertahankan hafalannya. Untuk hari libur Ustadz Hafidz memberikan waktu tambahan untuk menghafal mulai setelah sholat shubuh. Biasanya pada hari libur mereka akan lebih banyak menghafalnya.

SEMANGAT ANAK-ANAK PENGHAFAL AL-QUR'AN DARI RUMAH TAHFIDZ DARUSSALAM

Tidak hanya berbincang dengan Ustadz Hafidz saja, 10 anak menghafal Qur'an ini pun berbagi cerita kepada pelaksana harian Bazma Asset 2. Mereka yang rata-rata terlahir dari keluarga kurang mampu ini mengatakan ingin sekali menjadi seorang penghafal Qur'an yang sukses. Menjadi hafidz Qur'an tentu keinginan mereka sendiri atau tanpa paksaan orang tuanya. 

Dalam urusan hafal menghafal mereka juga bersaing dan salah satu anak yang paling banyak hafalannya adalah Muhammad Ghofur. Siswa kelas 6 SD ini sudah hafal 12 Juz yang terdiri dari Juz 1 sampai 10 serta Juz 29 dan 30.

Ghofur memberi tahu cara cepat dia menghafal yaitu dengan membaca 1 ayat beberapa kali baru dihafal. Setelah sampai 5 ayat diulang kembali dari awal hingga sampai 1 halaman. Jika sudah lancar selanjutnya baru hafalannya disetor kepada Ustadz Hafidz atau istrinya.

Saat ditanya mengapa ingin menjadi penghafal Qur'an, Ghofur menjawab bahwa dirinya ingin bahagia dunia akhirat dan juga membanggakan orang tua. Ghofur juga mengatakan, setelah nanti dia tidak berada di Rumah Tahfidz Darussalam lagi, dia mengatakan ingin terus melanjutkan hafalannya hingga sampai 30 juz.

"Inginnya Ghofur adalah mondok kak, tapi kalau tidak jadi, Ghofur tetap ingin melanjutkan hafalan Qur'an bersama Ustadz Sukri yang tinggal bersama di kampung saya dan untuk sekolah nantinya seperti biasa di SMP desa Sialingan" katanya.

Memang Ustadz Hafidz mengatakan rata-rata mereka yang pernah menjadi santri penghafal Qur'an di Rumah Tahfidz Darussalam ini, alhamdulillah terus melanjutkan ke pondok pesantren, baik pondok pesantren  yang ada di kota Prabumulih maupun di pulau Jawa.

Ditanya soal harapan kedepan untuk anak-anak ini nantinya, Ustadz Hafidz mengatakan "tentu harapan saya sama dengan Ketua BDI Pertamina EP Asset 2 dan juga kepengurusannya, ya semoga anak-anak ini nantinya sukses menjadi penghafal Al Qur'an, menjadi anak yang berguna baik bagi dirinya sendiri, untuk orang tua, agama, masyarakat dan tentunya untuk negara ini. Kita pun akan bangga dengan mereka, tak terkecuali bagi mereka yang telah berdonasi ke Rumah Tahfidz Darussalam ini, Insya Allah ada keberkahan untuk kita semua. Ungkapnya.
Tags :

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar anda

BERITA TERBARU

Join Twitter

Like Facebook

Popular Posts

APP BAZMA FOR ANDROID